Sedih adalah penyakit jiwa yang ada dalam kehidupan manusia, yang hadir dalam merepons berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan yang fana’ ini. Akibatnyanya manusia sulit untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan ini. Kesedihan yang berkelanjutan akan mengakibatkan hilangnya kesadaran pada diri manusia.
Menurut Al-kindi ada beberapa hal guna menghilangkan kesedihan yang melanda manusia. Dimana tips yang digunanakan Al-Kindi ini tidak jauh berbeda dengan konsep yang pakai oleh para sufi di dalam mempelajari tasawuf, yaitu; kita harus merasa puas terhadap apa yang melanda kita (qona’ah) karena mengharapkan keabadian sesuatu yang ada pada dunia ini adalah termasuk pemikiran yang salah. Allah menciptakan sesuatu di dunia ini tidak abadi dan bersifat fana’. Tentunya mengharapkan sesuatu keabadian merupakan perilaku yang bodoh.
Kesedihan dapat menimpa pada diri kita dari berbagai arah, diantaranya karena hilangnya sesuatu yang dicinta, luputnya sesuatu yang diharapkan, menimpanya musibah bagi kita, dan lain-lain.
Allah Berfirman:
Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan allah. dialah yang maha mendengar lagi maba mengetahui.( Qs 10:65)
Ayat tersebut menyarankan bagi kita supaya bertawakal kepada allah atas kesedihan yang menimpa pada diri kita. kesedihan adalah hal alami dan akan hilangnya dengan sendirinya ketika manusianya sendiri masih menyadari perlunya bertawakal dengan semua takdir yang menimpa kita.