Esensi dan Akhlak Tasawwuf


”zwani.com
SoloCyberCity

1.ESENSI TASAWWUF

Tasawwuf adalah nama lain dari “Mistisisme islam” dikalangan orientalis barat dikenal dengan sebutan “sufisme”. Yang merupakan istilah khusus untuk mistisisme islam.

Pada diri manusia terdapat dua hal yang sangat pokok, yaitu jasmani dan rohani, keduanya memiliki kebutuhan masing-masing. Jasmani memerlukan makan, minum, berpakaian, pelampiasan syahwat, tempat tinggal dan lain-lain. Sedangkan unsur rohani yang ada pada diri manusia memerlukan ketenangan hati, kedamaian, kesejahteraan akan tetapi kebahagian yang hakiki menurut para kalangan sufi kesucian hati dengan melalui kedekatannya kepada tuhan.

Para sufi menegaskan hal yang terpenting yang menjadi ujung tombak dari segala kehidupan terletak pada rohaninya. Karena kebahagiaan jasmani  tergantung pada kebahagiaan rohaninya. Rohani manusia dapat terpenuhi jika selalu dapat mendekatkan diri kepada tuhan dengan sedekat-dekat mungkin sehingga dapat memperoleh hubungan khusus, seakan-seakan diri manusia selalu berada di kehadhiratnya. Dan tasawwuf tidak lain mempunyai tujuan.

  1. pola hidup sederhana dengan cara zuhud
  2. memperoleh kedekatan dengan tuhan dengan cara melakukan semua amalan-amalan, para sufi mengemukakan ibadah Wajib  saja tidak cukup untuk menambah kedekatan terhadap tuhan harus ditambah dengan amalan-amalan sunnah.
  3. mensucikan hati dari hal keburukan.
  4. menjauhi larangan Allah dan melaksanakan perintahnya serta menjauhi perilaku yang hina yang tidak sesuai dengan Tatanan sosial.

.

2. HUBUNGAN AKHLAK DAN TASAWWUF

Para ahli tasawwuf membagi tasawwuf ke dalam tiga   bagian yaitu tasawwuf  falsafi, tasawwuf amali dan tasawwuf akhlaki  ketiga macam ini mempunyai tujuan yang sama yaitu memdekatkan diri kepada tuhan dengan membersihkan diri dari perbuatan yang tercela dan menghiasinya dengan perbuatan yang terpuji. Tentunya dalam praktek pendekatannya pun sangat berbeda, pendekatan kepada tuhan yang digunakan oleh tasawwuf falsafi ialah dengan menggunakan rasio dan akal karena bahan yang menjadi rujukan dari ajaran ini pemikiran para filosof islam diantara ajaran tasawwuf falsafi yang terkenal ialah seperti wihdatul wujud,Hulul, Al-ittihad dan fana’ baqa’. Yang kedua tasawwuf akhlaki metode pendekata kepada tuhan yang digunkan oleh penganut ajaran ini pendekatan akhlak yang melalui tahapan.

  1. takhalli ialah membersihkan hati dengan mengosongkan hati dari sifat yang menduaniawi seperti anak, istri, jabatan, harta, benda Dll. Dunia dan isinya, oleh para sufi, dipandang rendah. Ia bukan hakekat tujuan manusia. Manakala kita meninggalkan dunia ini, harta akan sirna dan lenyap. Hati yang sibuk pada dunia, saat ditinggalkannya, akan dihinggapi kesedihan, kekecewaan, kepedihan dan penderitaan. Untuk melepaskan diri dari segala bentuk kesedihan, lanjut para saleh sufi, seorang manusia harus terlebih dulu melepaskan hatinya dari kecintaan pada dunia.
  1. sebagai tahapan yang ke dua ialah Tahalli ialah mengisi hati yang dikosongkan tadi dengan sifat-siafat yang terpuji dengan cara mengasibukkan hatinya kapanpun dan dimanapun dengan berdzikir kepada allah karena mendekatkan diri dengan cara bedzikir menurut para sufi dapat membawa ketentraman pada hati, ibadah yang diwajibkan saja tidak cukup, untuk lebih memuaskan pendekatan diri kepada tuhan diperlukan amalan-amalan khusus dengan cara berdzikir.
  1. Tajalli, yang merupakan kelanjutan proses dari takhalli dan tahalli yang intinya terbukanya pintu hijab yang membatasi manusia dengan tuhan, para kalangan sufi menyebut dengan ungkapan ma’rifah.

Tasawwuf yang ketiga yaitu  tasawwuf amali , tasawwuf  amali  cara pendekatannya dengan cara melakukan suluk, pengetian dari pada suluk sendiri ialah  amalan dan wirid atau perbuatan yg harus dikerjakan oleh salik berdasarkan perintah syekh; zawiyah yaitu majlis tempat para salik mengamalkan suluk. Disamping itu ada satu syarat yg harus dipenuhi oleh kandidat salik yaitu baiat antara dia dan syekh. Baiat itu sendiri ada dua macam yaitu ;    Baiat suwariyah yaitu baiat bagi seorang kandidat salik yg hanya sekedar ia mengakui bahwa syekh yg membaiatnya ialah gurunya tempat ia berkonsultasi dan syekh itupun mengakui orang tersebut adalah muridnya. Ia tidak perlu meninggalkan keluarganya untuk menetap tinggal dalam zawiyah tarikat itu utk terus menerus bersuluk atau berdzikir. Ia boleh tinggal dirumahnya dan bekerja sehari-hari sesuai dgn tugasnya. Ia sekadar mengamalkan wirid yg diberikan oleh gurunya itu pada malam-malam tertentu dan bertawassul kepada gurunya itu. Ia dan keluarganya bersilaturrahmi kepada gurunya itu sewaktu-waktu pula. Apabila ia memperoleh kesulitan dalam hidup ini ia berkonsultasi dgn gurunya itu pula.

Baiat ma`nawiyah yaitu baiat bagi seorang kandidat salik yg bersedia utk dididik dan dilatih menjadi sufi yg arif bi I-lah. Salik yg masuk tarikat melalui baiat yg demikian harus meninggalkan anak-istri dan tugas keduniaan. Ia berkhalwat dalam zawiyah tarikat didalam penegelolaan syekhnya. Khalwat ini bisa berlangsung selama beberapa tahun bahkan belasan tahun.  Tasawwuf  akhlaki maupun tasawwuf amali disebut dalam kategori ajaran sunni yaitu pemaduan antara syari’at dan hakekat.

Dalam hal ini antara tasawwuf dan akhlak  ternyata mempunyai hubungan yang sangat erat, tasawwuf sebagaimana yang dinyatakan Harun Nasution ialah salah satu ajran yang lebih menonjolkan dalam aspek ibadah seperti dzikir,shalat, puasa haji Dll. sedangkan akhlak lebih menonjolkan dalam aspek sosial seperti jujur, sopan santun, bijaksana, disiplin, sabar, pemurah,baik hati, hemat, tepat janji.

Lebih lanjut Harun Nasution Menyatakan Ibadah di dalam Al-Qur’an  Dikaitkan dengan taqwa yaitu taat kepada perintah allah dan menjauhi segala larangan-Nya, bertaqwa kepada allah merupakan brakhlak mulia. Maka dari itu bertasawwuf sebagian dari berakhlak.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s