Perkembangan Islam Periode Klassik ( 650-1250 M)


I.Perkemabangan islam di periode Khulafa Rasyidin
Sebernarnya islam pada masa Khulafa rasyidin kebudayaan dan peradaan islam sudah sanga berkembang tapi tidak semaksimal yang dicapai oleh pada masa Bani umayyah dan Abbasyiah karena pada masa ini dasar pemikiran para tokohnya hanya terbatas pada hukum Naqliyah ( al-qur’an dan Hadist) tidak sampai pada batasan aqliyah. Diantara perkemabangan islam yang dicapai pada periode klassik ialah.
• Pengumpulan dan koodofikasi Al-Qur’an yang pada masa abu Bakar dan ustman bin khattab
• Pembentukan kantor post, kalender hijriyah dan pembenahan Administrasi Negara yang dicapai pada masa umar bin khattab
• Penyusunan kaidah ilmu Nahwu, khot arab, angkatan laut dan penafsiran al-qur’an yang dicapai pada masa Ali bin Abi Thalib.
II. PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA DINASTI BANI UMAYYAH
Diantara perkembangan yang dicapai pada masa bani umayyah adalah
1. kemajuan dalam bidang politik
2. kemajuan dalam bidang militer
3. kemajuan dalam bidang administasi dan pemerintahan
4. kemajuan dalam bidang sosial budaya
5. kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan
meskipun para penguasa bani umayyah lebih mengkonsentrasikan kepada pertahanan dan perluasan wilayah akan tetapi Bani Umayyah tetap berprestasi dalam keilmuwan, diantara prestasi yang dicapai bani umayyah adalah
1. Ilmu agama
ilmu agama yang berkembang pada masa ini ialah ilmu al-qur’an, ilmu Hadist, ilmu fiqh. Ilmu al-qur’an lebih dulu berkembang dari pada ilmu hadist karena ilmu hadist baru dibukukan pada masa umar bin abdul aziz, sementara ilmu fiqh bekembang pada masa sesudahnya
2. Ilmu sejarah dan geografi
ilmu sejarah juga menglamai kemajuan yang sangat pesat, ejarawan telah berhasil sejarah pada masa dahulu dan sejarah tentang dinasti ban umayyah yaitu seorang kenamaan Ubaid Bin Syaryah Al-Jumhuri.
3. Ilmu kedokteran
Ilmu ini belum begitu maju pada awal dinasti bani umayyah akn tetapi pada Al-Walid bin Abdul Malik telah mengalami perkembangan yang sangat pesat karena pada tahun 706 M Al-Walid berhasil mendirikan sekolah tinggi kedokteran.

III. PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA DINASTI BANI ABBASYIAH

Dinasti bani abbasyiah ialah sebuah dinasti yang berdiri sangat panjang yaitu 508 tahun mulai 750M -1258M. Dengan khalifah yang pertama Al-Abbas As-safah. Latar belakang berdirinya dinasti ini bertolak belakang dari penguasa umayyah yang lalai akan kemewahan sehingga banyak masyarakat yang terlantarkan. Dan dinasti ini telah mencapai puncak kejayaan baik dalam ilmu pengetahuan maupun ilmu agama lebih-lebih pada masa Harun-Ar-rasyid dan Al- ma’mun. Dan diantara kamajuan tersebut dianatranya.
3.1. Kemajuan dalam sosial budaya
a. Seni bangunan dan arsitektur
b. Seni bangunan kota
3.2. Perkembangan dan kemjuan sastra dan bahasa
3.3. Perkembangan seni musik
3.4. Perkembangan dalam pendidikan
3Pada masa pemerintahan Bani Abbasyiah ilmu pendidikan mengalami kemajuan sebenarnya pada masa bani Umayyah pendidikan juga tersebar keseluruh wilayah, akan tetapi pada kali ini pendidikan sangat mengalamai kemajuan yang sangat pesat. Karena mayoritas orang muslim bisa membaca dan menulis. Pada masa itu juga diadakan pendidikan tingkat dasar yang diselenggarakan dimasjid-masjid dengan al-qur’an sebagai sumber rujukannya.
Selain itu pengajaran juga dilakukan dirumah-rumah warga dan tempat-tempat umum lainnya seperti maktab dan ada juga madrasah tingakt dasar seperti Zawiyah dan Hanqah, disamping itu juga di dirikan pendidikan tinggkat menengah dan tinggi seperti Baitul Hikmah, Baitul mudzakarah dan madrasah Nidzamiyah.
Kurikulum yang di adakan pada masa ini, terdiri dari pendidikan tingkat dasar yang mempelajari baca tulis, pengkajian hadist, dasar-dasar matematika, dan syair-syair. Sedangkan ditingkat menengah kurikulum yang diajarkan tentang kandungan al-qu’an, sunnah Nabi, ilmu tasir, fiqh, ilmu kalam, mantiq dan kesusasteraan, dan ditingkat tinggi para kaum terpelajar mengadakan riset(penelitian) dibidang astronomi, geografi, filsafat, geometri,musik,astronomi, dan kedokteran.
3.5.kemajuan Ab-basyiah dalam lmu pengetahuan umum
Pada msa dinasti ini keilmuan umat islam baik pengetahuan agama maupun umum mengelamikenajuan yang sangat pesat, itu semua terjadi karena para khalifah istana sanagt antusias utuk mamjuakan keilmuannya. Disamping itu fasilitas pendidikan juga diberi dukungan yang sanagat penuh dan para ilmuan baik ulama’ maupun intlektual diberi gaji yang layak sehingga ia sanagat berkonsentrasi di dalam mengemabgkan keilmuan. Dan berikut ini akan dipaparkan kemajuan-kemajuan keilmuan yang dicapai Abbasyiah dan beserta tokoh-tokohnya yang berprestasi.
A. Filsafat
Filsafat pada masa ini mengalami puncak kejayaan, meskipun ilmu ini berasal dari orang-orang yunani kuna seperti Thales,Pytagoras,Socrates Dll. akan tetapi oleh orang islam pemikirannya tetap di adopsi dengan menerjemahkan bahasa yunani kedalam bahasa arab, dari filsafat yunanilah orang islam berusaha untuk memadukan dengan ajarannya sehingga memunculkan filsafat islam. Umat islam yang sangat populer menjadi tokoh filsafat sangat banyak diantaranya.
1. Al-Kindi
Nama lengkapnya ialah Abu yusuf bin Sabbah Bin imrah bin ismail bin al-Asy’as bin Qais al-Kindi. Ia adalah filosof muslim pertama, ia dilahirkan di kuffah ( sekarang arab saudi) yang berasal dari duku al-kindah. Ia adalah filosof yang berusaha memadukan antara agama dengan filsafat, ia mengatakan agama dan filsafat tidak ada pertentangan dan tidak usah dipertentangkan karena agama dan filsafat mempunyai tujuan yang sama yaitu mencari hakekat kebenaran. Ia melukiskan filsafat seabagai ilmu dari segala ilmu dan kearifan dari segala kearifan. Dan filsafat berusaha memperkuat gama dengan pengrasionalan wahyu dan As-Sunnah.
Jiwa merupakan pokok dalam pembahasan al-kindi. Al-kindi membagi jiwa atau roh kedalam tiga daya, yaitu daya bernafsu, daya pemarah dan daya berpikir. Disamping ahli filsafat al-kindi juga ahli dalam bidang logika, lmu hitung, musik, astronomi, dan geometri.
2. Abu Nasrh al-farabi
Nama lengkapnya Abu Nasr Muhammad Al-Farabi, Lahir Diwasi’ sebuah desa di farab yan sekrag lebih dikenal dengan kota atrar yang terletak di wilayah khurasan ( Turki). Ia adalah seorang filosof yang cerdas dan pintar hal itu dapat dilihat dari karya-karyanya fusus al-hikam, al-mufarrigat, ara’u ahl al-madinah al- fadhilah dan lain-lain. Disamping filsafat ia juga ahli dalam bidang logika, matematika, etika , ilmu politik, dan musik. Al-farabi adalah filosof yang menjadi komentator dari filosof yunani. Terutama ia sangat banyak menjadi komentator dari pemikiran aristoteles memang al-farabi tidak menyebutnya secara langsung dalam karyanya akan tetapi al-farabi menyebutnya dengan mu’allim awwal, sehingga dari komentator tersebut al-farabi mendapat gelar Mu’allim Tsani ( Guru Besar Kedua). Diantara Pemikiran Al-Farabi adalah kesatuan falfasah, metafisika, fisika, manusia, akhlak, politik, dan Teori Kenabian.
3. Ibnu Sina
Nama lengkapnya adalah Abu Ali husein bin Abdillah bin sina. Lahir Afsyana sebuah kota di dekat kota Bukhara. Pada tahun 980 M. dan meninggal di hamdan pada tahun 1037 M. Ibnu sina merupakAn filsuf dan dokter islam yang ternama, sejak kecil (umur 10 tahun) ia sudah Hafal al-qur’an,, sebagian besar sastra arab, dan ktab-kitab metafisika aristoteles, selain itu ia mempelajari matematika, logika, fisika, geometri, astronomi, metasfisika dan kedokteran.
Profesinya di kedokteran dimulai pada usia 17 tahun. ibnu sina memperoleh prestasi yang sangat gemilang sehingga ia mendapat gelar As-Syekh Rais ( guru para raja) di keilmuan filsafat dan pangeran para dokter di keilmuan dokter. Karya Ibnu Sina tidak kurang dari 200 karya. Diantara buku-bukunya yang sangat populer ialah
a. Asy-Syifa’ ( yang mengandung penyembuhan)
b. Al-Qonun fit Tibb ( peraturan-peraturan dalam kedokteran)
c. Al-Isyarat Wa at-taubihat (isyarat dan penjelasan)
d. Mantiq Al-masyriqiyyin ( Logika Timur )
Tentang pemikiran Ibnu Sina ialah metafisika, fisika, keqodiman alam, manusia, akhlak dan politik, jiwa, kenabian dan tasawuf.
4. Ibnu Bajjah
Ibnu bajjah adalah filosof muslim yang terkenal di dunia barat, ia dilahirkan pada tahun 1082 di saragossa spanyol dan meninggal 1138 M di fez ( marokko) . Selain menguasai ilmu filsafat Ibnu Bajjah juga menguasai tata bahasa dan sastra arab dengan bagus. Diantara karyanya Risalatul wada, akhlak, kitab al-nabat, risalah al-ittishal al-aql bil insan, tadbir al mutawahhid, kitab al-nafs, risalah alghayah al-insaniyah dan lain- lain, selain ahli dalam filsafat ia juga mahir dalam matematematika, ilmu falak, musik, logika dan kedokteran.
5. Al-Ghazali
Nama lengkapnya muhammad bin muhammad bin muahammad al-ghazali ath-thousy, ia dilahirkan di Thus wilayah khurasan pada tahun 450 H/1058 M dan meninggal pada tahun 1111 M pada tempat yang sama yaitu di Thus. Ia adalah seorang sufi sekaligus filosof yang ternama di dalam dunia islam. Selain itu ia juga mendalami ilmu kalam, kimia, matematika, kedokteran dan sebagainya. Pada tahun 1085 M al-ghazali pergi ke Nizabur untuk belajar di madrasah Nidzamiyah, disinilah al-ghazali berkenalan dengan Al-Juwaini sebagai tenaga ajar. Dari al-juwaini al-ghazali memperoleh ilmu mantiq dan ilmu kalam. Setelah gurunya meninggal Al-Ghazali meninggalkan nizabur menuju negeri askar untuk berjumpa dengan nizam mulk, ditempat ini ia mendapatkan kehornatan karena dapat berdapat dengan para ulama, dengan kemenangannya Al-Ghazali namanya semakin populer. Pada tahun 1091 M Al-Ghazaali diangkat menjadi guru besar madrasah Nidzamiyah. Disnilah Al-Ghazali belajar dengan mendalam filsafat dengan cara otodidak terutama pemikiran al-farabi dan Ibnu Sina. Pada tahun 1095 M Al-Ghazali dilanda keraguan terhadap ilmu yang dipelajarinya yaitu ilmu teologi dan ilmu filsafat, dari sinilah Al-Ghazali lebih banyak Berkhalwat, Uzlah dari tempat yang satu ketempat yang lain. Sampai sampai Al-Ghazali mengkritik mati-matian terhadap filosof muslim dimasa itu dengan bukunya yang berjudul tahafudz fil falasifah . di dalam bukunya al-ghazali menjelaska bahwa belajar filsafat tidak menambah dan memperkokoh iman tapi manusia berada di dalam keraguan terhadap agamanya, buku Al-Ghazali ini cukup mempengaruhi masayarakat timur tengah, sampai-sampai masayarakat timur tengah sangat waspada bahkan mengharamkannya belajar ilmu filsafat.
6. Ibnu Rusyd
Ibnu Rusyd adalah seorang filosaf islam yang sanga terkenal, ia dilahirkan di cordova pada taghun 1126 M.ia dilahirkan dalamlingkungan yang terdidik sehingga ia menjadi orang terdidik pula. Selain ilmu filsafat ia menguasai bahasa, sastra arab, ilmu fiqh, fisika,matematika, astronomi,logika, dan ilmu kedokteran.
Dalam pemikirannya Ibnu Rusyd sama dengan Al-Kindi bahwa flsafat dan agama tidak ada pertentangan dan tidak perlu dipertentangkan karena tjuannya sama-sama mencari hakekat kebenaran.
Ibnu Rusyd termasuk musuh besar dalam pemikiran imam Al-Ghazali hal tersebut dapat dilihat dengan kritikan bukunya Tahafudz fil falasifah tapi Ibnu Rusyd tidak diam saja, Ibnu Rusyd menulis buku yang bejudul Tahafudz Fil Tahafudz sebagai balasan terhadap bukunya imam Al-Ghazali akan tetapi buku abnu rusyd tidak laris sama sekali di timur tengah, sehingga pemikiran al-ghazali tetap exist.
B ilmu kalam
Lahirnya ilmu karena atas dorongan oarang-orang kristen nasrani dan yahudi, yang memecahkan masalah dan segala problemnya dengan menggunakan filsafat sebagai senjata, juga memecahkan persoalan agama dengan pemikiran dan ilmu pengetahuan. Oleh karena tu orang-orang mu’tazilah cukup andil untuk mengembangkan dan menciptakan ilmu kalamnya.
C. ilmu kedokteran
Ilmu kedokteran mengalami puncak kemajuan yang sangat pesat pada masa dinasti Abbasyiah, pada ini masa telah didirikan apotek yang pertama di dunia, sekolah farmasi (obat-obattan), sekolah kedokteran yang lengkap dengan rumah sakitnya, ilmu kedoteran ini mencapai puncaknya ketika pada masa Al-Makmun dan Harun Ar-Rasyid. Pada masa itu Harun Ar-Rasyid telah mendirikan 34 rumah sakit di seluruh dunia islam Sehingga memunculkan para dokter yang sangat terkenal. Seperti yuhannah bin musawaih dengan bukunya yang sangat terkenal Al-Asyr Al-Maqalat Fi Al-Ain ( Pengobatan Penyakit Mata) selanjutnya Ar-Razi pemimpin para dokter di baghdat Ar-razi mempunyai karya 232 buku dianatara bukunya yang sangat terkenak ialah buku yang membahas penyakit cacar dan campak dan cacar , Ibnu Sina dengan bukunya Qonun fil Tibb. Pada abad 17 M karya Ar-razi dan Ibnu Sina menjadi rujukan orang-orang eropa.
D. ilmu kimia
Ilmu kimia juga termasuk salah satu ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh kaum muslimin. Diantara tokoh yang sangat populer diantaranya ialah Jabir Bin Hayyan yang berpendapat logam seperti timah, besi, dan tembaga, dapat di ubah menjadi emas dan perak dengan menggunakan obat rahasia. Dan ia juga mengetahuai cara ubtuk mengetahui asam belerang, asam sendewa dan aqua regia yang daapt menghancurkan emas dan perak.
E. matematika
Diantara ilmu yang berkembang pada masa Abbasyiah ialah ilmu Hisab atau Matematika, latar belakang ilmu ini dibutuhkan utk mengukur pembangunan pada setiap sudut, supaya tidak terjadi kesalahan didalam menentukannya.
Ilmu ini dibawa oleh ilmuwan india pad masa khalifah al-mansur melalui Sind Wa Hind. Pada masa ini telah muncul ilmuwan muslim yaitu al-khawarizmi selaku penemu angka Nol, satu,dua dan seterusnya yang disebut nomer atau angka , ia juga pengembang ilmu geometri dengan angka-angka persamaan kuadrat, Al-Khawarizmi dalam ilmu ukur sudut juga luar biasa Disamping itu ia juga ahli geografi,musik, dan sejarah. ia juga ahli astronomi dibawah pimpinan khalifah al-ma’mun ia berhasil menentukan ukuran bundaran bumi.
F. Sejarah
Sejarah merupakan aspek terpenting untuk mengetahuai masa yang telah silau, para ilmuwa muslim tidak menjadikan Hadist Nabi sebagai penentu hukum akan tetapi pada kelajutannya sabda nabi dijadikan sejarah, sehinggan membuahkan karya yang sangat berjasa sampai saat ini seperti Sirat Nabawiyah Lil ishaqi yang disusun oleh Muhammad Bin ishaq ( 768M ) yang kemudian dilanjutkan oleh muridnya Ibn Hisyam ( 845 M ), disamping itu seorang ilmuwan sejarah yaitu Al-Waqidi (823 M) Muhammad Bin Ishaq ( 845 M) yang mengarang Thabaqat Al-kubra dengan delapan jilid.

G. ilmu Bumi
Tentunya ilmu bumi tidak lepas dari astronomi. Ahli astronomi yang pertama dalam islam ialah Hisyam Al-Kalbi, kemudian dilanjutkan ilmuwan yang lain seperti Al-Khawarizmi yang telah membuat globe (peta dunia) pertama pada tahun 830 M, ia juga mampu mengukur volume keliling bumi atas perintah Al-Ma’mun.
H. Astronomi
Astromi membantu umat islam untuk menetukan letak ka’bah, disamping itu membantu para khalifah untuk meramal gfaris politik dan amir berdasarkan peredaran bintang , astromom yang pertama dalam islam ialah Muhammad Al-Fazani, ia mengoreksi tabel yang ada pada teks astronomi india ShiddantaI yang merupakan kitab rujukan para astronom, ia juga mengarang syair-syair yang digunakan untuk mempelajari ilmu perbintangan. Disamping itu Astronom islam yang terkenall adalah al-fazzari yang hidup pada masa Al-Mansur. Ia adalah orang islam yang menyusun astrolabe ( yang dahulu digunakan untuk mengukur tinggi bintang)

IV. PERKEMBANGAN DINASTI ABBASYIAH DALAM ILMU PENGETAHUAN AGAMA
Ilmu agama pada masa ini tidak kalah pentingnya dari pada ilmu pengetahuan umum, sampai-sampai pada saat ini karya-karyanya maih abadi langgeng bahkan menjadi kurikulum wajib dipesantren maupun dilembaga keislaman yang lain. Diantara keilmuan yang diperoleh adalah
4.1. ilmu hadist
Ilmu ini muncul dalam dunia islam atas latar belakang umat islam untuk melestarikan As-Sunnah, yaitu pada masa umar bin abdul aziz karena umat islam yang hafal hadist banyak yang gugur di medan perang sehingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi umat islam. Maka dari itu Umar Bin Abdul Aziz abu bakar bin muhammad bin amir hazam sEorang Gubernur madinah akan tetapi penulisan hadist tidak diwujudkan dalam bentuk yang sempurna, pada masa bani Abbasyiah Hadist telah dibukukan dan dikumpulkan secara sempurna, dimana pada masa itu mucncullah ilmuwwan hadist yang populer dan prestasinya sangat luar biasa yaitu Imam Bukhari, imam Muslim, Abu daud, Nasa’i, Ibnu Majah, Tirmidzi yang menghasilkan karya Kutubus Sittah
4.2. Ilmu Tafsir
Pada abad ke 3 H orang islam mulai memperhatikan untuk memahami al-qur’an dengan cara yang betul apalagi kalangan non arab yang tidak paham terhadap isi dan kandungan al-qur’an, maka dari itu dibentuklah ilmu tafsir. Pada masa itu terdapat dua metode untuk mempelajari tafsir yaitu pertama metode al-ma’sur sebuah metode yang dipakai untuk menafsiri al-qur’an dengan berpedoman terhadap al-hadist dan perkataan para sahabat. Kedua metode Dirayah metode penafsiran al-qur’an yang lebih menonjolkan akal pemikiran dalam hal ini kalangan mu’tazilah yang cukup andil. Pada saat itu telah muncul para mufassirin yang sangat tersohor seperti; imam thabary, al-suda, imam muqotil sulaiman. Imam Thabary sendiri menghsilkan karya yang berjudul Jami’ul Bayan Fi Tafsir Al-Qur’an.
4.3. Ilmu Fiqh
Ilmu fiqh pada saat itu juga mengalami kemajuan yang sangat gemilang dan tokohnyapun sangat dikenang sampai pada saat ini yaitu Imam Abu Hanifah, Iaman Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad Bin Hambal. Tapi pada dasarnya pada masa ini terbagi dalam dua kelompok pemikiran yaitu kelompok ahli ro’yu ( Imam Hambali dan Imam Malik) yang menyandarkan istimbathnya ( Penggalian Hukum) dengan berpedoman akal dan pemikiran dan Ahli Hadist (Imam Syafi’i dan Imam Ahmad Bin Hambal). yang menyandarkan istimbathnya ( Penggalian Hukum) dengan berpedoman kepada Hadist. Imam hanafi menyusun kitab Fiqh Akbar, Imam Malik(97-179 H) mempuyai karya Al-Muwata’ , Imam Syafi’i ( 150-204 M) menyusun kitab Al-Um dan Ahmad bin Hambal menyusun kitab Al-Musnad (780-855 M)
4.4. Ilmu Tasawuf
Keilmuan islam yang serba filosofis menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi keilmua islam, sehingga ilmu tasawwuf dapat berkembang dengan pesat pada masa dinasti Abbasyiah. Sesungguhnya ajaran ini sudah ada pada masa Nabi Muhammad tapi pada masa abbasyiah tasawwuf berkembang dengan pesat.berkut ini ada beberapa tokoh dalam tasawwuf beserta pemikirannya.

1. Hasan al-Basri.
Hasan al-Basri adalah seorang sufi angkatan tabi’in, seorang yang sangat taqwa, wara’ dan zahid. Nama lengkapnya adalah Abu Sa’id al-Hasan ibn Abi al-Hasan. Lahir di Madinah pada tahun 21 H tetapi dibesarkan di Wadi al-Qura. Setahun sesudah perang Shiffin dia pindah ke Bashrah dan menetap di sana sampai ia meninggal tahun 110 H. setelah ia menjadi warga Bashrah, ia membuka pengajian disana karena keprihatinannya melihat gaya hidup dan kehidupan masyarakat yang telah terpengaruh oleh duniawi sebagai salah satu ekses dari kemakmuran ekonomi yang dicapai negeri-negeri Islam pada masa itu. Garakan itulah yang menyebabkan Hasan Basri kelak menjadi orang yang sangat berperan dalam pertumbuhan kehidupan sufi di bashrah. Diantara ajarannya yang terpenting adalah zuhud serta khauf dan raja’.
Dasar pendiriannya yang paling utama adalah zuhud terhadap kehidupan duniawi sehingga ia menolak segala kesenangan dan kenikmatan duniawi.
Nama lengkapnya adalah Rabiah al-adawiyah binti ismail al Adawiyah al Bashoriyah, juga digelari Ummu al-Khair. Ia lahir di Bashrah tahun 95 H, disebut rabi’ah karena ia puteri ke empat dari anak-anak Ismail. Diceritakan, bahwa sejak masa kanak-kanaknya dia telah hafal Al-Quran dan sangat kuat beribadah serta hidup sederhana.
Cinta murni kepada Tuhan adalah puncak ajarannya dalam tasawuf yang pada umumnya dituangkan melalui syair-syair dan kalimat-kalimat puitis. Dari syair-syair berikut ini dapat diungkap apa yang ia maksud dengan al-mahabbah:
Kasihku, hanya Engkau yang kucinta,
Pintu hatiku telah tertutup bagi selain-Mu,
Walau mata jasadku tak mampu melihat Engkau,
Namun mata hatiku memandang-Mu selalu.

Cinta kepada Allah adalah satu-satunya cinta menurutnya sehingga ia tidak bersedia mambagi cintanya untuk yang lainnya. Seperti kata-katanya “Cintaku kepada Allah telah menutup hatiku untuk mencintai selain Dia”. Bahkan sewaktu ia ditanyai tentang cintanya kepad Rasulullah SAW, ia menjawab: “Sebenarnya aku sangat mencintai Rasulullah, namun kecintaanku pada al-Khaliq telah melupakanku untuk mencintai siapa saja selain Dia”. Pernyataan ini dipertegas lagi olehnya lagi mealui syair berikut ini: “Daku tenggelam dalam merenung kekasih jiwa, Sirna segalanya selain Dia, Karena kekasih, sirna rasa benci dan murka”.
Bisa dikatakan, dengan al-hubb ia ingin memandang wajah Tuhan yang ia rindu, ingin dibukakan tabir yang memisahkan dirinya dengan Tuhan.

3. Dzu Al-Nun Al-Misri
Nama lengkapnya adalah Abu al-Faidi Tsauban bin Ibrahim Dzu al-Nun al-Mishri al-Akhimini Qibthy. Ia dilahirkan di Akhmin daerah Mesir. Sedikit sekali yang dapat diketahui tentang silsilah keturunan dan riwayat pendidikannya karena masih banyak orang yang belum mengungkapkan masalah ini. Namun demikian telah disebut-sebut oleh orang banyak sebagai seorang sufi yang tersohor dan tekemuka diantara sufi-sufi lainnya pada abad 3 Hijriah.

4. Al-hallaj
Hulul merupakan salah satu konsep didalam tasawuf falsafi yangmeyakini terjadinya kesatuan antara kholiq dengan makhluk. Paham hululini disusun oleh Al-hallaj
Kata hulul berimplikasi kepada bersemayamnya sifat-sifat ke-Tuhanankedalam diri manusia atau masuk suatu dzat kedalam dzat yang lainnya.Hulul adalah doktrin yang sangat menyimpang. Hulul ini telah disalahartikan oleh manusia yang telah mengaku bersatu dengan Tuhan. Sehanggadikatakan bahwa seorang budak tetaplah seorang budak dan seorang rajatetaplah seorang raja. Tidak ada hubungan yang satu dengan yang lainnyasehingga yang terjadi adalah hanyalah Allah yang mengetahui Allah danhanya Allah yang dapat melihat Allah dan hanya Allah yang menyembahAllah

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s