Renungan Proses

1.Devinisi proses

Proses ialah Urutan pelaksaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan keahlian, waktu, ruang atau sumberdaya lainnya yang lebih optimal, dan pada akhirnya nanti akan menghasilkan output— entah output positif atau negatif. Tergantung dari perencaan awalnya.

2.Semua Melalui Proses

Selama ini seseorang telah mengalami kesalahan dalam memahami takdir yakni memahami takdir dengan sepotong – potong, Ia mempunyai paradigma bahwa keberhasilan dan kegagalan adalah semata – mata dari ketentuan tuhan yang tidak dapat di ubah lagi. Hal itu kalau dipikirkan dengan sejenak memang betul tapi kita jangan berhenti di situ saja didalam memberi penilaian, karena sebelum kesuksesan dan kegagalan dilimpahkan tuhan terhadap kita disitulah ada proses yang harus dilalui satu demi satu. Disinilah letak permasalahannya. Banyak seseorang yang mengambil jalan pintas, menilai hasilnya saja didalam usaha tanpa memperhatikan bagaimanakah proses yang berjalan sebelumnya. Segala pekembangan yang muncul di permukaan bumi ini Allah telah menetapkan hukum proses ( pelantara ) sebagaimana yang Allah Firmankan

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari air mani, Kemudian dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan) (35: 11)

Ayat diatas menyatakan bahwa seorang muslim apabila ingin meraih sebuah kesuksesan maka langkah yang dilakukan adalah berusaha atau melalui sebuah proses terlebih dahulu. Memang pada kenyataannya ada beberapa orang yang memperoleh perpindahan ilmu atau keahlian tanpa melalui proses, ilmu tersebut yang sudah masyhur dikalangan kita yakni ilmu ladunni seperti halnya Imam Syafi`I yang hafal Al- Qur`an yang tanpa melalui proses belajar, dan kita memang harus mempercayai hal tersebut, tapi satu hal yang perlu diingat, bahwa kejadian tersebut terjadi atas kehendak allah yang diberikan kepada hambanya hanya untuk menunjukkan kekuasaannya, bahwa bahasannya Allah berkuasa atas segala sesuatu, perpindahan ilmu kedalam memori hamba allah tanpa melalui proses ( belajar) jarang terjadi, yang lumrah adalah hamba yang melaksanakan sebuah proses dapat memperoleh ilmu atau kesuksesan.

Keberhasilan seseorang atau kegagalan pasti ada posesnya yang mana didalam proses itu siapa saja yang bersungguh didalam menjalalani proses tersebut niscaya ia akan menuahkan hasil sesuai dengan usahanya yang diupayakan. Pada setiap proses yang akan kita hadapi atau yang kita lalui, disitu terdapat suatu takdir atau ketetapan dari tuhan, dimana didalam proses yang sedang dijalani kita berhak memilih atau menentukan apa yang kita hadapi. Takdir atau hukum tuhan itu bersifat pasti dan tidak dapat dihelakan lagi seperti halnya seorang yang rajin “membaca” maka disitu akan berlaku sebuah ketentuan hukum tuhan yang berupa berwawasan dan begitu juga sebaliknya.

Allah berfirnan:

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.(29:69)

Dari ayat diatas secara implisit kita sangat ditekankan melaksanakan Sebuah proses dengan semaksimal mungkin, adapun kegagalan bukan masalah bagi kita yang terpenting adalah kerja keras.

Dan Allah berfiman pula

Tuhan tidak akan merobah keadaan suatu kaum, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka. ( 13: 11 )

Ayat diatas secara explisit menjelaskan bahwa seorang hamba tidak akan mengalami perubahan atau perkembangan tanpa harus melalui sebuah proses yang dilakukan oleh dirinya sendiri terlebih dahulu.

Firman Allah:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan daya talar, agar kamu bersyukur.( 16:78)

Ayat diatas juga menjelaskan bahwa seorang individu dilahirkan dari perut ibunya dalam tidak tidak mengetahui apa-apa, yang kemudian akan meraih kesuksesan dengan menggunakan pendengaran, penglihatan dan otaknya dengan sebaik-baik mungkin. Karena islam memandang seorang yang lahir kedunia bagaikan kertas putih, yang mana hanya dengan pendidikanlah ( proses ) seorang anak akan dapat mengembangkan kepribadiannya.

3.Menikmati Proses

Hidup ini adalah merupakan rangkaian sebuah proses, dari proses yang satu ke proses yang lain, ada masa-masa yang menyenangkan dan tidak sedikit pula masa-masa yang menyedihkan, tapi itulah hidup, seperti halnya kita ingin menjadi penulis yang sukses maka langkah awal yang harus kita lakukan adalah dengan lebih banyak membaca, hal ini memang tidak nyaman tapi di sisi lain kita menjadi berwawasan— sehingga dapat mengatasi permasalahan yang kita hadapi.

Rangkaian Sebuah Proses Yang Biasa Dialami:

1.Belajar

2.Belajar Lagi

3.Masih Belajar

4.kegagalan

Masalah kegagalan seseorang didalam berusaha sangat sering terjadi tapi janganlah lengah didalam berusaha, melainkan harus menelaah sebuah proses yang telah dilaksanakan sebelumnya, mungkin saja didalam proses tersebut ada yang salah didalam pengelolaannya karena ilmu Allah itu tak terhingga dan sangat luas ada kemungkinan ada salah satu ilmu Allah yang tidak terjangkau didalam pengetahuannya sehingga tidak berhasil untuk meraih kesuksesan dikarenakan ada keteledoran dalam prosesnya, tapi kegagalan bukan akhir titik didalam usaha melainkan kegagalan merupakan suatu kesuksesan yang tertunda, tapi bukan berarti kita suka terhadap kegagalan, melainkan kita lebih suka memandang kegagalan lebih positif, kegagalam merupakan sebuah proses yang harus dinikmati untuk menuju kepada kesuksesan, yang menjadikan kita introspeksi terhadap diri kita sendiri, mengapa saya gagal?….Nah untuk meraihkan kesuksesan yang tertunda seseorang harus menyetel ulang midsetnya agar dapat mengelola prosesnya dengan baik sehingga dapat menuju kepada kesuksesan yang telah diimpikannya.

5.keberhasilan

Kalau kita sudah banyak menerima kegagalan, langkah yang selanjutnya yang layak harus kita nikmati adalah keberhasilan, dan hal itu memang gampang, tapi jangan sampai tertipu dengan diperolehnya keberhasilan, keberhasilan bisa menjadi bomerang kesombongan dan meyakiti satu sama yang lain. Dan terkadang dengan tercapai keberhasilan dapat menyebabkan rasa puas yang berlebihan yang nantinya ia cuman menikmati keberhasilannya saja yang mengakibatkan tidak mau kembali kepada proses yang selanjutnya ( proses belajar ), keberhasilan memang harus kita syukuri tapi bukan lantas kita berhenti untuk berusaha untuk mencapai keberhasilan yang selanjutnya.

Intinya kalau kita ingin menjadi orang yang berhasil atau sukses, harus melalui proses yang mana didalam proses yang baik akan menghasilkan output yang baik pula. Demikian pula, proses yang yang tidak baik akan menghasilkan output yang tidak baik pula.[]

Refrensi

Agustian, Ariginanjar, 2005 Emosional Spiritual Quotient Jakarta, Arga.

Corner haris.com menikmati proses http://www.google.com 18-01-2009.

S.Bev Jenni 2006 Rahasia Sukses Terbesar Jakarta barat Bornich Publising

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s