Pembaruan Islam di Indonesia

Pada awal abad ke-20, ide-ide pembaharuan terlihat telah turut mewarnai arus pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia. Menilik latar belakang kehidupan sebagian tokoh-tokohnya, sangat mungkin diasumsikan bahwa perkembangan baru Islam di Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh ide-ide yang berasal dari luar Indonesia. Seperti misalnya Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), K.H. Hasyim Asy’ari (Nahdlatul Ulama) Ahmad Surkati (Al-Irshad), Zamzam (Persis).

Mereka sempat menimba ilmu di Mekkah dan melalui media publikasi dan korespondensi mereka berkesempatan untuk dapat berinteraksi dengan arus pemikiran baru Islam r. Tokoh lainnya seperti Tjokroaminoto (Sarekat Islam) juga dikenal menggali inspirasi gerakannya dari ide-ide pembaharuan Islam di anak benua India. Baca lebih lanjut

Iklan

Pemikiran Islam Sebelum Pembaharu Modern

Pada periode pertengahan, telah muncul pemikiran dan usaha pembaharuan Islam dikerajaan Usmani di Turki. Akan tetapi usaha itu gagal karena ditentang golongan militer dan ulama. Pada abad ke-17, kerajaan Usmani mulai mengalami kekalahan dalam peperangan dengan Negara Eropa.

Kekalahan itu mendorong raja dan pemuka kerajaan Usmani untuk menyelidiki sebab-sebabnya. Kemudian diketahui bahwa penyebabnya adalah ketertinggalan mereka dalam teknologi militer. Mereka selidiki pula rahasia keunggulan Barat. Mereka temukan bahwa rahasianya adalah karena Barat memiliki sains dan teknologi tinggi yang diterapkan dalam kemiliteran.Karena itulah, pada 1720, kerajaan Usmani mengangkat Celebi Mehmed sebagai utusan kerajaan untuk Perancis. Dia bertugas mempelajari benteng-benteng pertahanan, pabrik-pabrik, serta institusi-institusi Perancis lainnya. Laporan Celebi Mehmed tertuang dalam bukunya,Seferetname. Berdasarkan laporan itu, diupayakanlah pembaharuan di Kerajaan Usmani. Baca lebih lanjut

Tahapan-Tahapan Pembaruan Islam

Gerakan pembaharuan Islam telah melewati sejarah panjang. Secara historis, perkembangan pembaharuan Islam paling sedikit telah melewati empat tahap. Keempatnya menyajikan model gerakan yang berbeda. Meski demikian, antara satu dengan lainnya dapat dikatakan sebuah perpaduan dan proses yang berkesinambungan. Hal ini karena gerakan pembaharuan Islam muncul bersamaan dengan fase-fase kemoderenan yang telah cukup lama melanda dunia, yaitu sejak pencerahan pada abad ke-18 dan terus berekspansi hingga sekarang.

Tahap-tahap gerakan pembaharuan Islam itu, dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Pertama, adalah tahap gerakan yang disebut-sebut dengan gerakan pramodernis model gerakan ini timbul sebagai reaksi atas merosotnya moralitas kaum muslim. Waktu itu masyarakat Islam diliputi oleh kebekuan pemikiran karena terperangkap dalam pola tradisi yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Ciri pertama yang menandai gerakan yang bercorak revivalisme pramodernis ini adalah perhatian yang lebih mendalam dan saksama untuk melakukan perubahan secara mendasar guna mengatasi kemunduran moral dan sosial masyarakat Islam. Perubahan ini tentu saja menuntut adanya dasar-dasar yang kuat, baik dari segi argumentasi maupun budaya. Dasar yang kemudian menjadi slogan gerakan yaitu “kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah Nabi Saw”. Baca lebih lanjut

Pembaruan Dalam Islam

Pemikiran pembaharuan atau modernisasi dalam Islam timbul terutama sebagai hasil kontak yang terjadi antara dunia Islam dan Barat. Dengan adanya kontak itu, umat Islam abad 19 sadar bahwa mereka telah mengalami kemunduran diperbandingan dengan Barat. Sebelum periode modern, kontak sebenarnya sudah ada, terlebih antara Kerajaan Usmani yang mempunyai daerah kekuasaan di daratan Eropa dengan beberapa negara Barat.

Pembaharuan yang diusahakan pemuka-pemuka Usmani abad kedelapan belas tidak ada artinya. Usaha dilanjutkan di abad kesembilan belas dan inilah kemudian yang membawa kepada perubahan besar di Turki. Seoarang terpelajar Islam memberikan gambaran pada abad kesembilan belas, Ia mengatakan betapa terbelakangnya umat Islam ketika itu. Baca lebih lanjut

Perkembangan Islam Periode Klassik ( 650-1250 M)

I.Perkemabangan islam di periode Khulafa Rasyidin
Sebernarnya islam pada masa Khulafa rasyidin kebudayaan dan peradaan islam sudah sanga berkembang tapi tidak semaksimal yang dicapai oleh pada masa Bani umayyah dan Abbasyiah karena pada masa ini dasar pemikiran para tokohnya hanya terbatas pada hukum Naqliyah ( al-qur’an dan Hadist) tidak sampai pada batasan aqliyah. Diantara perkemabangan islam yang dicapai pada periode klassik ialah.
• Pengumpulan dan koodofikasi Al-Qur’an yang pada masa abu Bakar dan ustman bin khattab
• Pembentukan kantor post, kalender hijriyah dan pembenahan Administrasi Negara yang dicapai pada masa umar bin khattab
• Penyusunan kaidah ilmu Nahwu, khot arab, angkatan laut dan penafsiran al-qur’an yang dicapai pada masa Ali bin Abi Thalib.
II. PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA DINASTI BANI UMAYYAH
Diantara perkembangan yang dicapai pada masa bani umayyah adalah
1. kemajuan dalam bidang politik
2. kemajuan dalam bidang militer
3. kemajuan dalam bidang administasi dan pemerintahan
4. kemajuan dalam bidang sosial budaya
5. kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan Baca lebih lanjut

Pengumpulan Al-Qur’an

1.1. Pendahuluan

Al-qur’an merupakan sumber pokok ajaran islam dimana keberadaannya dilindungi sampai hari akhir, tapi al-qur’an turunnya al-qur’an kepermukaan bumi ini tidak lepas dari proses yang sangat berkepanjangan, yaitu diutusnya Nabi Muhammad sampai menjelang ajalnya beliau. Kita mengenal Al-Qur’an dan mengamalkan Alqur;an saja tidak cukup tanpa mengetahui asal usulnya dan bagaimana al-qur’an dibentuk dalam satu mushaf. Karena dengan membaca sejarah kita dapat mengetahui alur kehidupan yang akan kita tempuh pada masa selanjutnya. Pengumpulan al-qur’an merupakan moment yang tersendiri dalam ilmu alqur’an, umat islam jika memang menganggap al-qur’an datangnya dari Nabi Muhammad maka diwajibkan menengok bagaimana al-qur’an  dibentuk menjadi satu mushaf yang semula tercecer pada masa Nabi Muhammad, maka dari itu dalam makalah kami akan dibahas bagaimana dan kapan Al-Qur’an di kumpulkan dan dibukukan.

2.1.  Pengumpulan Al-Qur’an Periode Nabi Muhammad SAW

Al-Qur’an adalah kalam allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat jibril yang  menjadi mu’jizat atas kenabiannya. Dimana Al-Qur’an sebagai  sumber ajaran islam,  akan tetapi diwahyukannya Al-Qur’an kepada rasulullah tidak sekaligus melainkan secara mutawatir(bertahap) pada saat terjadi suatu peristiwa (As-Babun Nuzul), disamping rasulullah menghafalkan secara pribadi, Nabi juga memberikan pengajaran kepada sahabat-sahabatnya untuk dipahami dan dihafalkan, ketika wahyu turun Rasulullah menyuruh Zaid bin Tsabit untuk menulisnya agar mudah dihafal karena Zaid merupakan orang yang paling berpotensi dengan penulisan, sebagian dari sahabat dengan sendirinya menulis teks Al-qur’an untuk di milikinya secara pribadi , sebagian para sahabat lagi ada yang  menyodorkan al-Qur’an kepada Nabi dalam bentuk hafalan dan tulisan-tulisan. Pada masa rasullah untuk menulis teks al-Qur’an sangat terbatas sampai-sampai para sahabat menulis Al-Qur’an di pelepah-pelepah kurma,lempengan-lempengan batu dan dikeping-keping tulang hewan.  Meskipun Al-Qur’an sudah tertuliskan pada masa rasulullah tapi al-qur’an masih berserakan tidak terkumpul menjadi satu mushaf .

Pada saat itu memang sengaja dibentuk dengan hafalan yang tertanam di benak-benak dada para sahabat dan penulisan teks Al-Qur’an yang di lakukan oleh para sahabat. Dan tidak dibukukan di dalam satu mushaf di karenakan rasulullah masih menunggu wahyu yang akan turun selanjutnya, dan sebagian ayat-ayat Al-Qur’an ada yang dimansukh oleh ayat yang lain, jika umpama Al-Qur’an segera dibukukan pada masa rasulullah, tentunya ada perubahan ketika ada ayat yang turun lagi atau ada ayat yang dimanskuh oleh ayat yang lain. Baca lebih lanjut

PENAKLUKAN ISLAM DI ANDALUSIA

Oleh :rokhim


1.Faktor-Faktor Masuknya islam Ke Andalusia

Iberia adalahk terletak dibenua eropa barat daya, setelah umat muslim masuk dan menaklukkan daerah tersebut , umat islam memberi sebutan yang baru yaitu Andalusia. karena sebutan andalusia berasal dari kata vandalusia yaitu bangsa vandal yang pernah menguasai tempat tersebut, sebelum mereka diusir e afrika utara oleh bangsa Visigoth, pada abda 5 M.

Pada masa Al-Walid Bin abdull malik( khalifah bani umayyah yang keenam 705-715 M) islam bisa masuk dan menguasai semenandung andalusia dengan mengalahkan bangsa visigoth yang dipempin oleh Roderic , raja dari dari bangsa Visigoth. Setelah mengalahkan Raja Roderick dari Visigoth dalam Pertempuran Guadalete ( 711 M ), kekuasaan Islam terus berkembang hingga pada tahun 719 M. Hanya daerah Galicia, Basque dan Asturias yang tidak tunduk kepada kekuasaan Islam. Setelah itu, pasukan Islam menyeberangi Pirenia untuk menaklukkan Perancis, namun berhasil dihentikan oleh kaum Frank dalam pertempuran Tours (732 M). Daerah yang dikuasai Muslim Umayyah ini disebut provinsi Al-Andalus, terdiri dari Spanyol, Portugal dan Perancis bagian selatan yang disebut sekarang.

Baca lebih lanjut

Suksesi Dinasti Abbasyiah

Oleh: Abd. Rokhim

Santri PP. al-khoirot

Dinasti Ab-Basyiah adalah dinasti kelanjutan dari Dinasti Umayyah ( 661 M-750M) yang berkuasa pada sebelumnya, Al-Abbasyiah adalah  sebuah nama yang dinisbatkan terhadap paman Nabi Muhammad ( al-abbas bin Abdul Mutallib)karena pendiri dari pada dinasti ini adalah keturunan Al-Abbas Bin Abdul Mutallib (paman Nabi). Selaku kerabat yang dekat dari Nabi Muhammad tentunnya ingin mengemban kepemimpinan juga. Dari pihak Keluarga Al-Abbas semakin menjelma untuk menjadi penguasa ketika dari salah satu Keturunan umayyah menjadi pemimpin dengan cara yang curang yakni ketika muawwiyah menggugurkan Ali Kwj dari kekuasaannya  dengan cara yang tidak sehat, akan  tetapi dari Ab-Basyiah tidak mempunyai kesempatan untuk memberontak dari kekuasaan khalifah umayyah karena khalifah umayyah terutama muawwiyah sangat konsen memerangi para pemberontak dan para oposisi. Keturunan Ab-Basyiah mendapat peluang yang sangat besar mengembangkan dan menggerakkan revolusinya ketika pada kekhalifaan Umar bin Abdul Aziz (717M-720M), karena umar bin abdul aziz ialah seorang pemimpin yang sangat terbuka dan bijaksana terhadap semua oposisi , tapi meskipun demikian dari Bani Ab-Basyiah tidak memerangi maupun memusuhi Umar bin Abdul Aziz karena  sifat-sifatnyalah yang membuat takluk terhadap kekuasaan Umar bin abdul aziz. Gerakan-gerakan tersebut menyebar dan berkiprah pada khalifah-khalifah yang sesudahnya. Dan yang paling terpenting dan menjadi titik permasalahan sebab penyebab pemberontakan Bani Al-Abbas terhadap Umayyah ialah rezim Umayyah yang serta merta dan tidak sesuai dengan ajaran islam, hidup megah, poyah-poyah dan kurang peduli terhadap rakyat.

Baca lebih lanjut